Berita Terkini

Loading...

Selasa, 10 Mei 2011

:: Ciri-Ciri Terbaik Ayam Bangkok ::

Memilih Ayam Bangkok kualitas terbaik bukanlan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terlebih lagi hal ini disebabkan karena banyaknya ciri-ciri umum dan khusus yang harus dipenuhi saat memilih dan membeli Ayam Bangkok. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat memilih dan membeli Ayam Bangkok. Beberapa ciri-ciri penting tersebut yaitu:
1. Kepala model buah pinang (Prioritas Utama) 
2. Paruh panjang dan tebal
3. Leher lurus dan tebal

4. Badan panjang (Prioritas Utama)
5. Dada bidang
6. Bahu Kuncup
7. Sayap rapat dan panjang (Prioritas Utama)
8. Pangkal ekor besar/tebal dan kaku (Prioritas Utama)
9. Paha bulat dan pipih (Prioritas Utama)
10. Ekor lebat dan menyentuh tanah
11. Lutut menekuk
12. Kaki bulat dan kering, sisik rapih
13. Jari panjang dan halus

 






















Memang tidaklah mudah untuk menemukan ayam yang memiliki ciri-ciri di atas secara lengkap, tapi paling tidak kita menemukan beberapa ciri sudahlah sangat bagus, dan menurut bang Jackone, minimal ciri prioritas utama haruslah dapat dipenuhi, dan bilapun tidak bisa, minimal 5 dari total 13 ciri haruslah dipenuhi saat membeli ayam sehingga akan dapat memberikan kepuasan dalam memeliharanya.

:: Ciri-Ciri Penting Ayam Petarung ::

Beberapa Ciri-Ciri Penting Ayam Petarung yaitu:
  • Batok kepala dan tulang alisnya tebal.
  • Bulu mengkilap dan kaku, terutama pada bulu sayap dan ekor.
  • Kaki bersisik kasar, dengan bentuk dari persegi empat sampai bulat.
  • Kepalanya berbentuk buah pinang.
  • Ketika berdiri, sikap badannya tegak.
  • Mata masuk ke dalam, sipit, dan jernih.
  • Kulit muka kasar, tebal dan berwarna merah.
  • Paruh besar, kuat melengkung, beralur mulai dari lubang hidung ke arah muka.
  • Lubang hidung agak ke depan.
  • Jari kaki panjang, kecil, kuat dan susunan jarinya mekar.
  • Pandai memukul bagian vital lawan.
  • Pukulan keras dan akurat.
  • Semangat tarung tinggi.
  • Tulang-tulangnya kasar dan rapat.
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ayam Bangkok inilah yang membuatnya sangat terkenal kehebatannya di arena tarung di seluruh dunia.

:: Pembiakan Ayam Bangkok ::

Mengawinkan sepasang Ayam Bangkok bukanlah pekerjaan yang sulit, terutama bagi peternak yang sudah berpengalaman.  Hal yang sulit adalah mencari bakal Pejantan dan Indukan yang berkualitas tinggi. Mengawinkan induk bisa dilakukan di kandang umbaran atau dengan sistem kawin tembak (doddogan). Caranya induk betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan.  Jika induk jantan tidak mau mengawini induk betina dengan cara dogdogan, sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan di dalam kandang umbaran.
Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina.  Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.
Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan.  Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya.  Hal ini berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur sampai 40 butir untuk setiap periode. Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas.  Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.
Anak ayam menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas.  Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan.  Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama).  Namun perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperkenankan.  Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).

Rabu, 04 Mei 2011

:: Sensifitas Mata Ayam Petarung Terhadap Warna ::


Dari sejarah babad cerita jawa.... pernah diceritakan... bahkan menjadi panduan katuragan botoh-botoh jawa dalam tulisannya.... trah...ayam juara adalah berwarna wiring kuning dan wiring galih mengapa demikian....???
Ilmu pengetahuan menjelaskannya secara detail kaitan warna terhadap memori dan daya respons penglihatan ayam terhadap agresifitasnya .
Berdasarkan penelitian ayam mempunyai penglihatan yang sangat buruk.... bahkan pada kondisi kurang cahaya/redup ayam tidak bisa menterjemahkan warna dengan baik, atau sering disebut dengan rabun ayam/rabun senja.
Mata ayam hanya mampu merespons warna-warna cerah seperti merah dan kuning, pada penelitian ini pakan dan minum diletakkan pada tempat pakan dengan warna yang berbeda, yakni : putih, hitam, merah, biru, hijau, dan kuning, ternyata dari persentase jumlah pakan yang berkurang lebih banyak di tempat pakan yang berwarna merah dan kuning.
Ayam juga memiliki memori terhadap cenkaman yang sangat kuat, seumpama ada binatang buas yang pernah menyakitinya, atau kaget oleh sesuatu, atau kelelahan dikejar-kejar, otak ayam akan mengkode kondisi tersebut menjadi traumatik akut .
kesimpulan :
  1. maka sangat jelaslah bahwa ayam dapat merespons warna dengan baik hanya pada warna kuning dan merah.
  2. ayam punya memori terhadap cekaman yang tinggi.
Sehingga apabila ayam merasa disakiti oleh lawan dalam pertarungan dengan musuh yang berwarna kuning atau merah maka penglihatannya sangat jelas merespons untuk mengkode traumatik akibat sakit pukulan musuh.... apabila ayam sudah trauma akut... maka secara naluriah agresifitas siayam akan turun/hilang.... ia akan cenderung menghindari atau lari, atau yang sering disebut jatuh mental/ayam leres