Berita Terkini

Loading...

Rabu, 04 Mei 2011

:: Sensifitas Mata Ayam Petarung Terhadap Warna ::


Dari sejarah babad cerita jawa.... pernah diceritakan... bahkan menjadi panduan katuragan botoh-botoh jawa dalam tulisannya.... trah...ayam juara adalah berwarna wiring kuning dan wiring galih mengapa demikian....???
Ilmu pengetahuan menjelaskannya secara detail kaitan warna terhadap memori dan daya respons penglihatan ayam terhadap agresifitasnya .
Berdasarkan penelitian ayam mempunyai penglihatan yang sangat buruk.... bahkan pada kondisi kurang cahaya/redup ayam tidak bisa menterjemahkan warna dengan baik, atau sering disebut dengan rabun ayam/rabun senja.
Mata ayam hanya mampu merespons warna-warna cerah seperti merah dan kuning, pada penelitian ini pakan dan minum diletakkan pada tempat pakan dengan warna yang berbeda, yakni : putih, hitam, merah, biru, hijau, dan kuning, ternyata dari persentase jumlah pakan yang berkurang lebih banyak di tempat pakan yang berwarna merah dan kuning.
Ayam juga memiliki memori terhadap cenkaman yang sangat kuat, seumpama ada binatang buas yang pernah menyakitinya, atau kaget oleh sesuatu, atau kelelahan dikejar-kejar, otak ayam akan mengkode kondisi tersebut menjadi traumatik akut .
kesimpulan :
  1. maka sangat jelaslah bahwa ayam dapat merespons warna dengan baik hanya pada warna kuning dan merah.
  2. ayam punya memori terhadap cekaman yang tinggi.
Sehingga apabila ayam merasa disakiti oleh lawan dalam pertarungan dengan musuh yang berwarna kuning atau merah maka penglihatannya sangat jelas merespons untuk mengkode traumatik akibat sakit pukulan musuh.... apabila ayam sudah trauma akut... maka secara naluriah agresifitas siayam akan turun/hilang.... ia akan cenderung menghindari atau lari, atau yang sering disebut jatuh mental/ayam leres